Senin, 23 September 2019

JUAL PUPUK NASA UNTUK TANAMAN JAMBU AIR

Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Jambu Air


Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Jambu Air.Jambu air adalah tumbuhan  dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara.Jambu air terbagi menjadi bermacam-macam karena kebanyakan jenisnya maka jambu ini mempunyai nama yang berbeda-beda namun dalam penyebutan umumnya semua model jambu yang teksturnya empuk dan berair ya disebut jambu air.

Jambu ini berasal dari daerah Asia Tenggara,dalam penyebutan mana banyak perbedaan di setiap Negara penyebutan di setiap daerah juga berbeda hal ini disesuaikan dengan logat daerah masing-masing.

Contoh saja pada masyarakat Indonesia suku Sunda menyebutnya jambu cai,suku jawa menyebutnya jambu wer,Sulsel jambu sali/jane,Sulut jambu kupas,kombas dan kumpasa serta banyak lagi nama-nama di daerah lain.

Di Negara lain penyebutannya juga berbeda contoh seperti Negara Malaysia ayer mawar, Inggris menyebutnya bell fruit, water aplle, sedangkan di Thailand machom phupa atau chomphu pa, dan Negara Filipina menyebut sebagai tambis.

 Untuk menghasilkan buah jambu air yang lebat,manis,segar dan bewarna bagus ada dua macam faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Faktor eksternal yaitu iklim,cuaca,musim,kondisi geografis tempat menanam buah jambu air,curah hujan,angin dan lain-lain.Sedangkan faktor internalnya yaitu perlakuan terhadap tanaman seperti penyiraman,pemupukanmperontokan,penyiangan hama,penyemprotan dan lain-lain.

Kita tidak bisa mengubah faktor eksternal,tetapi kita bisa menyikapi sesuai dengan kondisi yang terjadi.Misalnya,kita tidak perlu melakukan penyiraman  setiap hari pada musim penghujan.Agar jambu dapat berbuah seperti yang diharapkan,maka tidak bisa lepas dari proses awal pertama kali menyiapkan bibit buah jambu air,menyiapkan media tanam sampai ke teknik penanaman buah jambu air.

Pemupukan Buah Jambu Air

Tanaman jambu air dilakukan pemupukan kurang lebih tiga bulan setelah masa tanam.Setelah itu tiga bulan kemudian baru dilakukan pemupukan lagi.Pemupukan kedua berupa pupuk kandang (kotoran kambing) sebantaj 15 kg,TS sebanyak 100-150 gr.Dosis ini diberikan lagi 3-4 bulan berikutnya.Dosis tersebut digunakan untuk satu pohon atau satu pot.

Cara Pemberian Pupuk Kandang :

Pupuk kandang yang telah disiapkan dibenamkan ke dalam media tanam di dalam pot secara merata.Pupuk TS dibenamkan dibagian pinggiran dalam pot.Setelah  itu penyiraman rutin dilakukan setiap pagi hari kalau belum turun hujan.

Meskipun media tanam terdiri dari pupuk kandang, pupuk organik juga masih tetap diperlukan untuk menanam bibit tanaman. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, kemudian siram hingga cukup basah.

Cara Penggunaan Pupuk Organik Nasa :

  • SUPERNASA 2 sendok + POWER NUTRITION 5 sendok dicampur dengan 20 liter air dan siramkan ke akar untuk 10 pohon ( perpohon 2 liter).Lakukan 2 bulan sekali
  • 6 tutup botol POC NASA + 2 tutup botol HORMONIK + ¹/₂ AERO-810 + 8 tutup  PESTONA campurkan dengan 14 liter air ( 1 tangki ) untuk menyemprot daun jambu seminggu sekali.Lakukan penyemprotan pagi hari sebelum jam 10 pagi.
  • Pupuklah tanaman dengan rutin 2 minggu sekali menggunakan pupuk NPK mutiara khusus pertumbuhan (25:7:7) selama 5 bulan. Setelah 5 bulan ganti dengan NPK mutiara khusus buah (16:16:16) dosis 1 sendok makan /pohon
  • Siram tanaman sehari 2 kali tiap pagi dan sore hari. jika sudah dalam masa berbunga/berbuah intensitas penyiraman dapat ditingkatkan menjadi 3 kali sehari
  • Pastikan tanaman mendapat sinar matahari cukup
  • Untuk usia awal tanam sampai usia 5 -6 bulan kocorkan Pop Supernasa yang sudah dicampur air ke tanah/media tanam tiap 1 bulan sekali ( dosis pemakaian ada di botol kemasan)
  • Pemupukan pada daun sangatlah penting, gunakan pupuk serbuk Greenstar yang sudah di campur air. semprotkan pada batang dan daun tanaman setiap seminggu sekali saat pagi hari
  • Jika sudah memasuki usia 5-6 bulan atau masuk persiapan masa berbunga/ berbuah, ganti pop supernasa dengan POWER NUTRITION yg sudah di encerkan dengan air. kocorkan ke tanah/media tanam tiap 1 bulan sekali
  • Untuk pengendali hama tanaman organik sangat kami sarankan menggunakan produk NASA yg bernama PESTONA ( pestisida organik) aman, ramah lingkungan, dan tidak mematikan hewan pengendali hama alami.

 Penyiraman dan Penggemburan tanah

Merawat tanaman buah jambu air terutama yang menggunakan media pot harus memerhatikan beberapa faktor. Yaitu :
  • Penyiraman saat musim kemarau dilakukan sekali sehari agar pohon jambu air tidak dehidrasi. Jika penyiraman menggunakan air PAM yang mengandung kaporit, sebaiknya diendapkan dulu semalam baru esoknya dapat digunakan untuk menyiram.
  • Usahakan air siraman jangan sampai menggenang lebih dari 12 jam. Karena genangan air bisa memicu penyakit busuk akar. Penyiraman dilakukan tergantung tergantung musim, pada musim panas minimal sehari sekali, begitu juga sebaliknya. Waktu penyiraman pagi bisa dilakukan sebelum pukul 09.00 dan sore sesudah pukul 16.00.
  • Usahakan media tanam bibit tanaman tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai Anda merusak akarnya.
  • Penggantian tanah. Media tanah cukup diganti setahun sekali. Atau lebih baik lagi jika dilakukan dua kali dalam setahun. Jika akar sudah jebol, lebih baik media segera diganti.

Jual Pupuk Organik Nasa untuk Jambu Air

PT.Natural Nusantara berusaha untuk membantu para petani dan masyarakat luas dengan memproduksi pupuk organik.Dengan membudidayakan tanaman jambu air secara organik,dapat dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik.Keuntungan dari teknik budidaya jambu air secara organik adalah buah yang dihasilkan sehat tanpa adanya residu bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia dan lingkungan sekitar.

Dengan demikian pencemaan lingkungan baik air,udara maupun tanah oleh paparan pestisida bisa dikurangi.Disamping itu,penggunaan bahan organik juga dapat mengembalikan kesuburan tanah,sehingga tanah bisa digunakan untuk proses budidaya pertanian berkelanjutan.Berikut produk organik yang digunakan PT.Natural Nusantara untuk tanaman jambu air :



Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111



CARA BUDIDAYA KACANG HIJAU DENGAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK NASA

BUDIDAYA KACANG HIJAU


A.PENDAHULUAN
Ketergantungan terhadap Kacang Hijau sangat memprihatinkan,karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri.Ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai PT.Natural Nusantara berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara Kuantitas,Kualitas dam Kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing diera pasar bebas.

B.SYARAT TUMBUH
Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase  (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik,curah hujan 100-400 mm/bulan,suhu udara 23⁰C-30⁰C,kelembaban 60%-70%,pH tanah 5,8-7 dan ketinggian kurang dari 600 mdpl.

C.PENGOLAHAN TANAH
  1. Tanah dibajak ,digaru dan diratakan
  2. Sisa-sisa gulma dibenamkan
  3. Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
  4. Tanah dikeringkan 3 minggu baru ditanami
  5. Sirampak pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1.000 m² (10 botol/ha).Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA,cara penggunaannya sebagai berikut :
  • Alternatif I : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 50 liter air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif II : Setiap 1 gembor vol 10 liter diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5-10 m bedengan.
D.PENANAMAN
  • Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc/liter selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium) untuk tanah yang belum pernah ditanami kacang hijau
  • Buat jarak taman antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
  • Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang
  • Tutup benih dengan tanah gembur  dan tanpa di padatkan
  • Waktu tanam yang baik musim hujan
E.PENJARANGAN & PENYULAMAN
 Kacang hijau mulai tumbuh  kira-kira umur 5-6 hari,benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin.Penyulaman sebaiknya sore hari.

F.PENYIANGAN 
Penyiangan pertama umur 2-3 minggu,ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam).Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2

G.PEMBUBUNAN
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

H.PEMUPUKAN
Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut : POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu,dengan cara disemprotkan (4-8 tutup botol POC NASA/tangki).
Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharan  1-2 botol per 1.000 m² (10-20 botol/ha).Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki).Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan,karena dapat mengganggu penyerbukan,akan lebih aman jika disiramkan.

I.PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Kacang hijau menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek.Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih di tanam hingga pengisian polong .Saat menjelang panen,tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

J.PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
  • Aphis glycine
Kutu ini dapar menularkan virus  SMV (Soybean Mosaik Virus).Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong.Gejala : layu,pertumbuhannya terhambat.Pengendalian : (1) Jangan tanam tanaman inang seperti : terung-terungan,kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) Buang bagian tanaman terserang dan bakar,(3) Gunakan musuh alami (predator maupun parasit); (4) Semprot Natural BVR atau Natural PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
  • Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
Bertubuh kecil,hitam bergaris kuning.Bertelur pada permukaan daun.Gejala : Larva dan kumbang memakan daun,bunga,pucuk,polong muda,bahkan seluruh tanaman.Pengendalian : penyemprotan Natural PESTONA.
  • Ulat polong (Ettiela zinchenella)
Gejala : Pada buah terdapat lubang kecil.Waktu buah masih hijau,polong bagian luar berubah warna,didalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya.Pengendalian :tanam tepat waktu
  • Kepik polong (Riptortis lincearis)
Gejala : Polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa
  • Lalar kacang (Ophiomyia phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh.Pengendalian : Saat benih ditanam,tanah diberi POC NASA,kemudian setelah benih ditanam,tanah ditutup dengan jerami.Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan Natural PESTONA.Penyemprotan diulangi pada waktu kacang hijau berumur 1 bulan.
  • Kepik hijau (Nezara viridula)
Pagi hari berada di atas daun,saat matahari bersinar turun ke polong,memakan polong dan bertelur.Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.Gejala : polong dan biji mengenpis serta kering.Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.
  • Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala : kerusakan pada daun,ulat hidup bergerombol,memakan daun,dan berpencar mencari rumput lain.Pengendalian :(1) dengan senantiasa;(2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Natural VITURA.
  •  Penyakit Layu Bacteri (Pseudomonas sp.)
Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.Pengendalian : Varietas tahan layu,sanitasi kebun dan pergiliran tanaman.Pengendalian : Pemberian Natural GLIO.
  • Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
Penyakit ini menyerang tanaman pada umur 2-3 minggu,saat udara lembab dan tanaman berjarak tanam pendek.Gejala :daun sedikit demi sedikit layu,menguning.Penularan melalui tanah dan irigasi.Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan  Natural GLIO di awal.
  • Antracnose (Colletotrichum glycine)
Gejala : daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam,daun yang paling rendah rontok,polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil.Pengendalian :(1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat;(2) Pencegahan diawal dengan Natural GLIO.
  • Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
Gejala : daun tampak bercak dan bintik coklat.Pengendalian :(1) cara menanam kacang hijau yang tahan penyakit;(2) semprotkan Natural GLIO + gula pasir.
  • Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
Gejala: batang menguning kecoklat-coklatan dan basah,kemudian membusuk dan mati.Pengendalian : (1) memperbaiki drainase lahan; (2) Tebarkan Natural GLIO di awal.

 K.PANEN DAN PASCA PANEN
  1. Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning,tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit,lalu gugur,buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak,atau polong sudah kelihatan tua,batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
  2. Perlu diperhatikan,kacang hijau sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari,sedangkan untuk benih umur 100-110 hari,agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
  3. Setelah pemungutan selesai,seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.
  4. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.


Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111

Panduan Budidaya Dengan Pupuk Organik Nasa

BUDIDAYA TEMBAKAU


A.PENDAHULUAN
Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani.Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT.Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara Kuantitas,Kualitas dan Kelestarian Lingkungan (Aspek K-3).

B.SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau,curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun,suhu udara yang cocok antara 21-32⁰ C.pH antara 5-6.Tanah gembur,remah,mudah mengikat air,memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase,ketinggian antara 200-3.000 mdpl.

C.PEMBIBITAN
  • Jumlah benih ± 8-10 gram/ha,tergantung jarak tanam
  • Biji utuh tidak terserang penyakit dan tidak keriput
  • Media semai campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%).Dosis pupuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag
  • Bedeng persemaian diberi anungan berupa daun-daunan,tinggi atap 1 m,sisi timur dan sisi barat 60 cm.
  •  Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringkan
  • Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas,merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab.Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih.Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan
  • Siram media semai sampai agak basah/lembab,masukkan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis
  • Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari
  • Bibit sudah dapat di pindahkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari selama semai


D.PENGOLAHAN MEDIA TANAM
  1. Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan ± 1 minggu
  2. Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm.Jarak antar bedengan 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat
  3. Lakukan pengapuran jika tanah masam
  4. Siram SUPERNASA dengan dosis 10-15 botol/ha
  •  Altenatif 1 : Satu  botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air  dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 50 liter diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan
  • Alternatif 2 : Setiap 1 gembor volume 10 liter diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram ± 10 meter bedengan
Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur  pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata kebedengan.

E.PEMBUATAN LUBANG TANAM
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat,sekitar 90 x 70 cm.Tembakau madura ditaman dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud.Jenis tembakau rakyat / rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

F.CARA PENANAMAN
Basahi dan sobek polybag lalu benamkan bibit sedalam leher akar,waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

G.PENYULAMAN
 Penyulaman dilakukan 1-3 minggu setelah tanam,bibit kurang baik dicabut dan di ganti dengan bibit baru yang berumur sama.

H.PENYIANGAN
Penyuangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

I.PEMUPUKAN 
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas
 
Waktu Pemupukan Dosis Pupuk Makro (kg/ha)
Urea/ZA SP – 36 KCl
Saat Tanam 300
Umur 7 HST 300 150
Umur 28 HST 300 150
TOTAL 600 300 300

Ket = HST (Hari Setelah Tanam)
Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1-2 minggu sekali.


J.PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 liter air/tanaman,umur 7-25 HST = 3-4 liter/tanaman,umur 25 - 30 HST = 4 liter/tanaman.Pada umur 45 HST = 5 liter/tanaman setiap e hari.Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan,kecuali bila cuaca sangat kering.

K.PEMANGKASAN
Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali.Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun dibawah bunga.

L.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 

1. Hama
a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURA
b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon ) Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.
c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. ) Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.
d. Nematoda ( Meloydogyne sp. ) Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA.
e. Kutu – kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.
f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).
2. Penyakit
a. Hangus batang ( damping off ) Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.
b. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.
c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
d. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
e. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
f. Penyakit Virus Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup)pertangki.

 M.PANEN DAN PASCA PANEN 


Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika  daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwana hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemunutan daun yang baik pada tingkat masak / hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan.Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak / masak sekali,apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak.Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan terpat masak.

Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas.Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah.Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari,dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman.Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu :
  1. Trash (apkiran): warna daun hitam
  2. Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
  3. Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
  4. More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.
Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modern juga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.



Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111