Jumat, 01 November 2019

JUAL PUPUK NASA UNTUK TANAMAN PISANG


Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Pisang. Buah pisang adalah jenis buah yang sangat populer di Indonesia. Kita akan sangat mudah menemukan buah pisang, baik itu  masih dalam wujud aslinya atau sudah dalam bentuk olahannya.  Pisang bisa dikonsumsi langsung, dihidangkan sebagai buah meja, dikonsumsi langsung, dibuat jus, diolah menjadi keripik, selai, isi roti, bahan kosmetik, dll.
Pisang bisa menjadikan lahan bisnis yang mendatangkan keuntungan yang besar. Terlebih pisang asal Indonesia tidak hanya dikonsumsi dalam pasar domestik, akan tetapi sudah merambah ke dunia internasional yang diakui kualitasnya bagus dan berharga murah. Banyak agen atau distributor buah yang masih memerlukan pasokan pisang yang banyak, terlebih bila kita bisa memproduksi pisang yang bagus dan berkualitas.
Pertumbuhan pohon pisang tidak mengenal musim dan dapat tumbuh subur di berbagai tempat. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran rendah yang gembur dan berkompos.


Proses budidaya pisang tidak begitu susah baik dalam cara penanaman dan perawatannya, hal ini karena kondisi iklim Indonesia sangat cocok untuk tanaman ini. Budidaya pohon pisang diawali dengan mengetahui cara menanam pisang agar berbuah lebat, yakni dengan  memilih jenis pisang yang akan kita tanam. Setelah kita memilih benih pohon pisang yang baik maka selanjutnya kita bisa memilih lahan yang tepat dengan struktur tanah yang memadai.
Akan tetapi meski penanaman pohon pisang mudah dilakukan namun agar pisang berbuah besar tentu saja memerlukan tekhnik pemeliharaan yang tepat dengan perawatan yang teliti.Untuk perawatan selanjutnya kita tinggal melakukan pemupukan yang bisa kita atur secara berkala. Pilihlah jenis pupuk yang tepat dan berkualitas.
Produk pupuk Nasa bisa menjadi pilihan pupuk herbal tradisional dari bahan alami yang aman bagi pertumbuhan pohon pisang. Produk NATURAL NUSANTARA berusaha membantu petani meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3).
Penggunaan jenis pupuk organik sedang digalakkan pemerintah sebagai upaya untuk memproduksi jenis buah yang lebih sehat dan lebih aman. Tekstur buah pisang akan lebih bagus, lebih lebat, dan lebih enak. Pohon pisang juga akan cepat berbuah bila kita melakukan pemupukan secara teratur. Selain itu pohon pisang akan terhindar dari serangan hama yang merugikan.
Hasil Pisang dengan Produk Nasa.

Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Pisang

Produk Organik Nasa yang digunakan untuk tanaman pisang adalah sebagai berikut:
  • Supernasa = Pupuk penyubur tanah,
  • Power Nutrition = Pupuk perangsang buah.
  • POC Nasa = Pupuk daun / nutrisi organik
  • Hormon Organik (Hormonik) = Zat perangsang tumbuh
  • Natural Glio = Pemberantas penyakit
  • Natural BVR = pestisida biologi pengendali hama.

Cara Aplikasi Produk Nasa untuk tanaman Pisang

  • Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA (1 -2 tutup), HORMONIK (0,5 -1 tutup), Natural GLIO (1-2 sendok makan) dalam tiap-tiap 10 liter air.
  • Campur 100 gr Natural GLIO bersama 25 -50 kg pupuk kandang. Tanah galian bidang atas dicampur Natural GLIO yg telah dicampur pupuk kandang (0,5 -1 kg per lubang tanam).
  • Siram bersama larutan POC NASA (1 – 2 tutup), HORMONIK (0,5 tutup) dalam tiap-tiap 5 liter air. Buat mendapati hasil lebih baik, POC NASA mampu ditukar bersama POP SUPERNASA. Kiat pemakaian POP SUPERNASA : 1 (satu) botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Selanjutnya tiap-tiap 5 liter air dikasih 5 tutup larutan induk tadi buat penyiraman tiap-tiap pohon. -Penyiraman dilakukan 2 – 3 bln sekali.

Hama dan Penyakit Tanaman Pisang Serta Cara Pengendaliannya

Hama

  1. Ulat daun (Erienota thrax.) Menyerang daun. Gejala : daun menggulung seperti selubung & sobek sampai tulang daun.
  2. Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Menyerang kelopak daun, batang. Gejala : lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong.
Pengendalian : sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, pakai PESTONA.
  1. Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis) Menyerang akar. Gejala : tanaman terlihat merana, terbentuk rongga atau bintik mungil di dalam akar, akar bonyok.
  2. Ulat bunga & buah (Nacoleila octasema.) Menyerang bunga & buah. Gejala : pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
Pengendalian : pakai bibit yg tahan, tingkatkan humus tanah & pakai lahan bersama kadar lempung mungil.

Penyakit

  1. Penyakit darah Penyebab : Xanthomonas celebensis (bakteri). Menyerang jaringan tanaman bidang dalam. Gejala : jaringan jadi kemerah-merahan seperti berdarah.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, & membongkar & membakar tanaman yg sakit.
  1. Penyebab : jamur Fusarium oxysporum. Menyerang daun. Gejala : daun layu & putus, perdana daun luar dulu bidang dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, membongkar & membakar tanaman yg sakit.
  1. Bintik daun Penyebab : jamur Cercospora musae. Menyerang daun bersama gejala bintik sawo matang yg semakin meluas.
Pengendalian : : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
  1. Layu Penyebab : bakteri Bacillus sp. menyerang akar. Gejala : tanaman layu & mati.
Pengendalian : membongkar & membakar tanaman yg sakit, Natural GLIO diawal tanaman
  1. Daun pucuk Penyebab : virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Menyerang daun pucuk. Gejala : daun pucuk tumbuh tegak lurus dengan cara berkelompok.
Pengendalian : Mengendalikan kutu daun dengan Natural BVR, membongkar & membakar tanaman yang sakit.
Selamat mengaplikasikan produk Nasa, dan dapatkan hasil pohon pisang anda yang lebat dan berkualitas !!




Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111

Kamis, 31 Oktober 2019

Panduan Lengkap Cara Menanam Labu Siam Dengan Pupuk Organik NASA

Cara Menanam Labu Siam (Panduan Lengkap)

 

Cara menanam labu siam tidaklah terlalu sulit karena labu siam merupakan tanaman dengan daya tahan hidup yang tinggi. Labu siam bisa ditanam didataran rendah maupun dataran tinggi. Tanaman ini masuk dalam keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae). Ia tumbuh dengan cara merambat sebagaimana tanaman labu lainnya. Bagian tanaman ini yang bisa dimakan ialah buah dan pucuk mudanya sehingga labu siam biasanya diolah menjadi sayuran.

Kadungan nutrisi dalam labu siam sangatlah banyak diantaranya vitamin C, vitamin b Kompleks, Asam folat, fosfor, zat bes, seng, mangan dan tembaga. Dengan kandungan sedemikian itu maka mengkonsumsi labu siam akan memberikan manfaat kepada kita diantaranya menjaga kadar kolesterol, menjaga kesehatan tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi, anti kanker dan penuaan dini dan bagus untuk kehamilan.

Karena bisa dijadukan sayur dan menu makanan sehat, maka buah labu siam memiliki nilai ekonomis untuk dijual. Oleh karena itu menanam labu siam dapat memberikan keuntungan kepada kita. Agar mendapatkan hasil yang optimal saat memanen tanaman labu siam, maka kita harus mengerti bagaimana cara menanam labu siam yang baik dan benar. Pada postingan kali ini saya akan mengulas mengenai cara menanam labu siam.

Ada beberapa langkah yang harus anda kerjakan agar bisa mencapai hasil yang optimal dalam budidaya tanaman labu siam, jadi inilah panduan lengkap cara menanam labu siam:

1. Persiapan Lahan

Pertama-tama kita harus memilih lahan tanam yang baik agar nanti pertumbuhan tanaman pun normal dan sehat. Lahan yang baik untuk menanam labu siam harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini :

  • Terpapar sinar matahari minimal 8 jam dalam sehari
  • Memiliki kandungan unsur hara yang cukup
  • Dekat dengan sumber air
  • Carilah lahan yang memenuhi kriteria seperti di atas kemudian jika sudah ditemukan maka lakukan pembersihan dari tanaman pengganggu. Setelah itu maka bisa dilanjutkan ke langkah cara menanam labu siam yang selanjutnya.

2. Penggemburan Tanah

Cara menanam labu siam yang selanjutnya ialah melakukan penggemburan tanah. Agar akar tanaman labu siam nanti dapat tumbuh menyebar dan mudah menyerap nutrisi dalam tanah maka kita harus memastikan kondisi tanah pada area perakarannya sudah gembur. Selain itu menggemburkan tanah juga akan meratakan kandungan unsur hara didalam tanah. Kita dapat menggunakan cangkul atau mesin bajak  untuk menggemburkan tanahnya. Setelah selesai maka lanjut ke langkah selanjutnya.

3. Pemberian Pupuk Dasar

Pemberian pupuk dasar berfungsi untuk menambah suplai kandungan nutrisi dalam tanah selama tanaman labu siam hidup dilahan tersebut. Pupuk dasar yang digunakan sebaiknya ialah pupuk kandang. Namun anda bisa memanfaatkan pupuk organik lainnya. Selain itu anda bisa menambahkan pupuk NPK jika menanam di musim kemarau. Berikut adalah langkah-langkah pemberian pupuk dasar :

  1. Tanah yang sudah digemburkan tadi kemudian dibentuk alur-alur tanam (bedengan) dengan bagian tengahnya dibuat lubang memanjang sepanjang alur tanam.
  2. Siapkan pupuk kandangnya lalu taburkan disepanjang lubang alur tanam
  3. Tebarkan pupuk NPK 15-15-15 diatasnya dengan tipis saja. (Jangan memberi pupuk NPK terlalu banyak)
  4. Campur pupuk kandang dan NPK menggunakan cangkul agar merata dengan tanah
  5. Tutup kembali lubang dan bentuk bedengan dengan baik.
  6. Setelah pupuk ditutup tanah maka lanjut ke tahap persiapan bedengan

4. Persiapan Bedengan


Cara menanam labu siamTinggi bedengan adalah sekitar 10-20 cm dengan lebar antara 40-60 cm.

Bedengan yang sudah ada kemudian harus segera dilapisi plastik mulsa agar mengurangi penguapan air dan mencegah tumbuhnya gulma (rumput liar) yang dapat mencuri nutrisi dalam tanah bedengan.

5. Persiapan Benih

Setelah bedengan siap maka cara menanam labu siam yang selanjutnya ialah dengan mempersiapkan benihnya. Tanaman labu siam dibudidayakan secara generatif, artinya ia di bibit melalui bijinya. Urutan persiapan Benihnya ialah sebagai berikut :

Pemilihan Biji Labu Siam

Hal-hal yang harus dilakukan :

  • Pilih biji dari buah labu yang sudah matang atau bahkan hampir busuk. Usahakan buah labu yang normal dan berukuran besar.
  • Cuci bersih biji labu siam kemudian jemur diterik matahari kurang lebih 3 jam
  • Setelah kering biji dapat disimpan pada wadah di tempat yang sejuk dan teduh.

Penanaman Biji Pada Polybag


Cara menanam labu siamLangkah-langkah untuk menanam biji pada polybag adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan tanah humus kemudian ayak agar bebas dari kerikil
  2. Masukkan tanah yang sudah diayak kedalam plastik polybag kecil dan tata pada suatu wadah
  3. Siram tanah dalam polibag sebelum ditanami biji labu siam kemudian dibuat lubang seukuran biji labu siam dengan kedalaman sekitar 1 cm.
  4. Masukkan biji kedalam polibag dan tutup dengan taburan tanah tipis diatasnya
  5. Setelah itu polybag ditempatkan pada lokasi yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung

Perawatan Benih

Setelah benih tanaman labu siam tumbuh, maka selanjutnya dilakukan perawatan sebagai berikut :

  1. Pindah polybag ketempat yang terkena sinar matahari langsung agar batang tanaman kuat
  2. Lakukan penyiraman pada benih 1-2 kali sehari
  3. Gunakan campuran pupuk organik cair saat menyiram agar benih tumbuh subur dan cepat besar
  4. Setelah 1 minggu benih sudah siap dipindahkan ke bedengan. Ciri khususnya ialah muncul daun ketiga

6. Penanaman Bibit Labu Siam Pada Bedengan

Setelah bibit labu siam berumur satu minggu atau lebih maka pindahkan bibit ke bedengan. Perhatikan hal – hal penting berikut ini dalam cara menanam labu siam yang baik dan benar:

  • Sirami bedengan agar basah terlebih dahulu
  • Buat lubang tanam pada plastik mulsa bedengan dengan kedalaman sekitar 10 cm
  • Sirami lubang dengan insektisida dan fungisida agar menghindari serangan serangga dan jamur pada akar
  • Lakukan pemindahan bibit pada sore hari untuk menghindari tanaman layu diterik siang
  • Usahakan penanaman bibit selesai daa  satu waktu
  • Lakukan penyulaman selama lima hari pertama. Segera ganti bibit yang mati atau yang pertumbuhannya tidak normal. Tujuan penyulaman ialah untuk menyamakan pertumbuhan tanaman agar merata.
  • Setelah lima hari pertama maka penyulaman bisa dihentikan dan lanjut ke perawatan tanaman

7. Perawatan Tanaman Labu Siam

Langkah selanjutnya dalam cara menanam labu siam ialah perawatan tanaman. Perawatan tanaman labu siam terdiri dari beberapa kegiatan sebagaimana berikut ini :

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan secara berkala guna menjaga suplai air bagi tanaman. Pada masa-masa awal (1 bulan pertama) penyiraman dapat dilakukan 7 hari sekali atau menyesuaikan cuaca. Jika tanaman semakin dewasa maka intervalnya harus semakin dekat yaitu bisa sekitar 4 hari sekali terutama nanti saat sudah berbuah. Hal-hal penting yang harus dilakukan :

  • Lakukan penyiraman pada pagi hari
Jangan melakukan penyiraman lagi jika tanah masih sangat basah misal karena terguyur hujan
Gunakan mesin pompa untuk mengalirkan air disela-sela bedengan agar proses penyiraman lebih cepat

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan digunakan untuk memaacu pertumbuhan tanaman atau menambah nutrisi tanah setelah panen labu siam. Pemupukan susulan dapat dilakukan pada bagian akar maupun daun tanaman. Pada bagian akar maka gunakan larutan NPK 15-15-15 dengan air (setiap 35 Liter air dapat dilarutkan satu gelas NPK 15-5-15). Kocorkan pada bagian akar dengan interval 10 hari sejak hari pertama bibit ditanam ke bedengan.

Pemupukan pada daun dilakukan dengan bantuan sprayer (alat semprot) yaitu dengan menambahkan pupuk organik cair dengan dosis sesuai keterangan pada kemasannya. Lakukan dengan interval 7-10 hari sekali. Hal penting yang harus diperhatikan adalah memantau kondisi tanaman. Biasanya pada musim hujan tanaman akan tumbuh subur karena air hujan mengandung banyak nitrogen. Untuk itu penggunaan pupuk susulan dapat dihemat alias dikurangi jika tanaman sudah terlihat subur.

  • Pemberian Ajir Untuk Rambatan


Cara menanam labu siamTanaman labu siam tergolong tanaman merambat dengan buah tergantung. Maka dari itu kita perlu memberikan ajir bagi tanaman yang sudah berumur sekitar 2 minggu setelah tanam. Ajir dapat dibuat menggunakan bambu atau kayu yang disusun sedemikian rupa dan dihungkan dengan jaring tali agar area rambat tanaman labu siam semakin luas. Buah yang dihasilkan pun akan dalam kondisi sempurna dan tidak mudah busuk ketimbang pada tanaman labu yang dibiarkan menjalar di tanah


8. Cara Panen Labu Siam



Cara menanam labu siamLabu siam dapat mulai dipanen setelah tanaman berumur 120 hari (4 bulan).  Buah labu siam yang dipanen adalah buah yang cukup besar dan tua namun belum sampai matang. Karena labu siam kebanyakan dijadikan sayur bukan jus maka yang dipakai adalah buah yang belum matang. Dalam memanen buah labu siam ada beberapa hal penting yang harus anda ketahui:

Panen Setelah Penyiraman

Lakukan panen buah labu siam selang 1-2 hari setelah penyiraman. Hal ini bertujuan agar buah yang dihasilkan memiliki kadar air yang tinggi sehingga buah akan lebih berat saat ditimbang. Ini akan memberikan keuntungan pada kita

Lakukan Panen Pada Pagi Hari

Ini agar menjaga kadar air dari buah yang dipetik. Selain itu luka pada tangkai akan cepat kering. Hindari memulai panen pada terik siang karena kadar air buahnya sudah menyusut.

Panen Setiap 2 atau 3 Hari
Jangan terlalu lama interval panennya karena nanti akan ada buah yang terlalu matang dan rasanya jadi kurang enak untuk disayur. Lakukan panen pada interval 2 sampai 3 hari saja.

Demikianlah cara memanen buah labu siam yang benar agar didapat hasil yang optimal. Tentunya melakukan cara panen yag benar bertujuan demi mendapat keuntungan yang lebih banyak lagi saat dijual nanti.

Penanggulangan Hama Tanaman Labu Siam
Setelah mengikuti cara menanam labu siam diatas maka tantangan selanjutnya ialah hama pengganggu. Meski tergolong tahan hama, namun adanya serangan hama tentu dapat menurunkan kualitas dan kuantitas panen labu siam. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui cara menanggulangi hama pada tanaman labu siam.

Jenis – Jenis Hama Labu Siam

Hama pada tanaman labu siam terdiri dari beberapa jenis, tentunya memiliki cara penanggulangan yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis – jenis hama tanaman labu siam beserta cara menanggulanginya.

1.Hama Jamur

Hama jamur biasa menyerang tanaman pada bagian akar maupun daun. Beberapa hama jamur yang dapat menyerang ialah antraknosa, embun tepung, dan busuk daun. Tanaman labu siam sebenarnya cenderung tahan terhadap serangan jamur, namun jika terjadi serangan maka harus segera diatasi.

Ciri-ciri tanaman labu siam yang terserang jamur pada bagian akarnya ialah tanaman akan layu disiang hari dan kembali segar pada sore harinya. Lama-lama keadaannya semakin parah dan akan mati. Jika terdapat gejala ini maka kocorkan fungisida pada bagian akar tanaman labu siam tersebut. Jika yang terserang bagian daun maka semprot area yang terserang dan juga area sekitarnya untuk mencegah penyebaran jamur.

2.Hama Serangga

Hama serangga pada tanaman labu siam terdiri dari ulat grayak, lalat buah, belalang, dan uret. Hama jenis serangga ini dapat dikendalikan dengan penggunan insektisida secara semprot. Khusus uret maka penggunaan insektisida dilakukan dengan cara dikocor ke akar.

3.Hama Bakteri

Serangan hama bakteri patogen biasanya hanya ditemukan pada musim hujan dimana kadar kelembaban tinggi. Bakteri akan berkembang secara pesat dan dapat menyerang tanaman pada bagian akar dan buah. Gejala tanaman yang terserang hampir mirip dengan serngan jamur namun tanaman akan lebih cepat mati. Gunakan bakterisida untuk menanggulangi serangan bakteri patogen.

Itulah beberapa hama tanaman labu siam beserta cara menanggulanginya. Setelah melalui langka cara menanam labu siam dan cara perawatan beserta menanggulangi hamanya maka kita bisa memasuki tahap panen labu siam setelah labu siam berusia sekitar 120 hari (4 bulan)

Tips Cara Budidaya Labu Siam Agar Semakin Banyak Produksi Buahnya

Agar semakin meningkatkan hasil produksi buahnya, saya akan memberikan berbagai tips menanam labu siam diantaranya iaah sebagai berikut :

  1. Gunakan pupuk kotoran kambing sebagai pupuk dasar karena tingginya kadar unsur hara didalamnya
  2. Gunakan NPK 16-16-16 yang kadar nutrisinya lebih bagus dari NPK 15-15-5
  3. Gunakan ZPT Auxin pada saat tanaman berusia 2 bulan dan guanaka ZPT GA saat tanaman mulai berbunga agar nanti ukuran buahnya jumbo. Ini akan meningkatkan hasil panen anda
  4. Kurangi pemberian pupuk susulan pada saat musim hujan
  5. Semprotkan segera ZPT Auxin setelah tanaman dipanen 2 kali agar segera berbunga lagi kemudian disusul semprot ZPT GA.


Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111

Senin, 07 Oktober 2019

Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Anggrek

 
Jual Pupuk Nasa untuk Tanamman Anggrek.Secara alami anggrek  ( Famili Orchidaceae ) hidu[ epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain,namun dalam pertumbuhannya anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu.

Pada umumnya anggrek-anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperatur 28 + 2⁰ C dengan temperatur minimum 15⁰ C. Anggrek tanah pada umumnya lebih tahan panas dari pada anggrek pot.Tetapi temperatur yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menghambat pertumbuhan  tanaman.

Berdasarkan pola pertumbuhannya,tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu,simpodial dan monopodial.Anggrek tipe simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama,bunga keluar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh.

Anggrek tipe monopodial adalah anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang,pertumbuhannya kurus ke atas pasa satu batang.Bunga ke luar dari sisi batang diantara dua ketiak daun.Contoh anggrek tipe monopodial antara lain : Vanda sp.,Arachnis sp.,Renanthera sp.,Phalaenopsisi sp., dan Arathera sp.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman,seperti faktor lingkungan,antara lain sinar matahari,kelembaban dan temperatur serta pemeliharaan seperti : pemupukan,penyiraman serta pengendalian OPT. PT.Natural Nusantara berusaha mewujudkan harapan bersama tersebut dengan paket panduan teknis dan produk tanpa melupakan aspek K-3 yaitu Kualitas,Kuantitas dan kelestarian.

Keuntungan Menggunakan Produk Nasa Untuk Tanaman Anggrek

  • Dari segi ekonomis penggunaan produk Nasa lebih efisien dan lebih irit dibandingkan dengan menggunakan produk lain.
  • Dari segi kualitas tanaman : Warna bunga lebih cerah,jumlah bunga lebih banyak dan panjang tangkai bisa melebihi dari penggunaan produk lain.
  • Mampu meningkatkan jumlah anakan dan lebih cepat tumbuh.
  • Lebar daun lebih bagus.

Aplikasi Produk Nasa Untuk Tanaman Anggrek

  • Satu ember di tambahkan 1 sendok makan supernasa lalu dicampur dengan NPK Mutiara (15,15,15) lalu dikocorkan pada tanaman anggrek ( media tanam).Untuk aplikasi POC Nasa,Pestona dan Hormonik ambil 3 tutup POC Nasa,1 tutup Pestona san 1 tutup Hormonik lalu campurkan dengan air 1 tangki semprot (14-17 liter air) kemudian semprotkan pada tanaman.
  • Kemudian tambahkan Power Nutrition yang aplikasinya bisa di campur dengan Supernasa
  • Untuk hasil yang maksimal bisa di tambahkan AERO 810 ¹/₂ tutup botol (musim hujan masih bisa nyemprot).Karena AERO 810 memiliki fungsi sebagai perekat,perata,pembasah.
  • Interval pemupukan setiap 1-2 minggu sekali disemprot/disiram ke media tanam
Produk Nasa sangat cocok digunakan untuk tanaman Anggrek karena mampu mempercepat pertumbuhan dan mampu menekan biaya perawatan tanaman Anggrek.




Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111

BUDIDAYA TANAMAN SALAK DENGAN TEKNOLOGI NASA

BUDIDAYA SALAK

Tanaman salak merupakan  salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek untuk diusahakan.Daerahnya tidak jelas,tetapi diduga dari Thailand,Malaysia & Indonesia.Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa.Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar keseluruh Indonesia.


SYARAT PERTUMBUHAN SALAK

1.IKLIM

  • Tanaman ssalak sesuai bila ditanam di daerah berzona iklim Aa bcd, Babc & Cbc. A berarti jumlah bulan basah tinggi (11-12 bulan/tahun), B: 8-10 bulan/tahun & C : 5-7 bulan/tahun.
  • Salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dlm bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau kelembaban yg tinggi.
  • Tanaman salak tidak tahan terhadap sinar matahari penuh (100%), tetapi cukup 50-70%, karena itu diperlukan adanya tanaman peneduh.
  • Suhu yg paling baik antara 20-30°C. Salak membutuhkan kelembaban tinggi, tetapi tidak tahan genangan air. 
2.TANAH
  1. Tanaman salak menyukai tanah yg subur, gembur & lembab.
  2. Derajat keasaman tanah (pH) yg cocok untuk budidaya salak adalah 4,5 – 7,5.
  3. Kebun salak tidak tahan dengan genangan air. Untuk pertumbuhannya membutuhkan kelembaban tinggi.
  4. Tanaman salak tumbuh pada ketinggian tempat 100-500 m dpl.

PEDOMAN BUDIDAYA SALAK 

1.PEMBIBITAN

Salah satu faktor yg perlu diperhatikan dlm mengusahakan tanaman salak adalah penggunaan bibit unggul & bermutu. Tanaman salak merupakan tanaman tahunan, karena itu kesalahan dlm pemakaian bibit akan berakibat buruk dlm pengusahaannya, walaupun diberi perlakuan kultur teknis yg baik tidak akan memberikan hasil yg diinginkan, sehingga modal yg dikeluarkan tidak akan kembali karena adanya kerugian dlm usaha tani. Untuk menghindari masalah tersebut, perlu dilakukan cara pembibitan salak yg baik. Pembibitan salak dapat berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif). Pembibitan secara generatif adalah pembibitan dengan menggunakan biji yg baik diperoleh dari pohon induk yg mempunyai sifat-sifat baik, yaitu: cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak & seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama & penyakit serta pengaruh lingkungan yg kurang menguntungkan.
Keuntungan perbanyakan bibit secara generatif:
  • dapat dikerjakan dengan mudah & murah
  • diperoleh bibit yg banyak
  • tanaman yg dihasilkan tumbuh lebih sehat & hidup lebih lama
  • untuk transportasi biji & penyimpanan benih lebih mudah
  • tanaman yg dihasilkan mempunyai perakaran kuat sehingga tahan rebah & kekeringan
  • memungkinkan diadakan perbaikan sifat dlm bentuk persilangan.
Kekurangan perbanyakan secara generatif:
  • kualitas buah yg dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena mungkin terjadi penyerbukan silang
  • agak sulit diketahui apakah bibit yg dihasilkan jantan atau betina.
Persyaratan Bibit : Untuk mendapatkan bibit yg baik harus dilakukan seleksi terhadap biji yg akan dijadikan benih. Syarat-syarat biji yg akan dijadikan benih :
  • Biji berasal dari pohon induk yg memenuhi syarat.
  • Buah yg akan diambil bijinya harus di petik pada waktu cukup umur.
  • Mempunyai daya tumbuh minimal 85 %.
  • Besar ukuran biji seragam & tidak cacat.
  • Biji sehat tidak terserang hama & penyakit.
  • Benih murni & tidak tercampur dengan kotoran lain.
2.TEKNIK 
  • Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak tanam 1 x 4 m; 2 x 2 m atau 1,5 x 2,5 m. Ukuran lubang dapat juga dibuat 50 x 50 x 40 cm, dengan jarak antar 2 x 4 m atau 3 x 4 m. Setiap lubang diberi pupuk kandang yg telah jadi sebanyak 10 kg.
  • Cara Penanaman : Biji ditanam langsung dlm lubang sebanyak 3- 4 biji per lubang. Sebulan kemudian biji mulai tumbuh
  • Lain-lain : Untuk menghindari sinar matahari penuh, tanaman salak ditanam di bawah tanaman peneduh seperti tanaman kelapa, durian, lamptoro & sebagainya. Apabila lahan masih belum ada tanaman peneduh, dapat ditanam tanaman peneduh sementara seperti tanaman pisang. Jarak tanam pohon peneduh disesuaikan menurut ukuran luas tajuk misalnya kelapa ditanam dengan jarak 10 x 10 m, durian 12 x 12 m & lamtoro 12 x 12 m.
3.PEMELIHARAAN TANAMAN Setelah selesai ditanam, tanaman salak perlu dipelihara dengan benar & teratur sehingga diperoleh produksi kebin yg baik & produktif. Pemeliharaan ini dilakukan sampai berakhirnya masa produksi tanaman salak.
  • Penjarangan & Penyulaman : Untuk memperoleh buah yg berukuran besar, maka bila tandan sudah mulai rapat perlu dilakukan penjarangan. Biasanya penjarangan dilakukan pada bulan ke 4 atau ke 5. Penyulaman dilakukan pada tanaman muda atau yg baru ditanam, tetapi mati atau pertumbuhannya kurang bagus atau kerdil, atau misalnya terlalu banyak tanaman betinanya. Untuk keperluan penyulaman kita perlu tanaman cadangan (biasanya perlu disediakan 10%) dari jumlah keseluruhan, yg seumur dengan tanaman lainnya. Awal musim hujan sangat tepat untuk melakukan penyulaman. Tanaman cadangan dipindahkan dengan cara putaran, yaitu mengikutsertakan sebagian tanah yg menutupi daerah perakarannya. Sewaktu membongkar tanaman, bagian pangkal serta tanahnya kita bungkus dengan plastik agar akar-akar di bagian dlm terlindung dari kerusakan, dilakukan dengan hati-hati.
  • Penyiangan : Penyiangan adalah membuang & memebersihan rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yg tumbuh di kebun salak. Tanaman pengganggu yg lazim di sebut gulma ini bila tidak diberantas akan menjadi pesaing bagi tanaman salak dlm memperebutkan unsur hara & air. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan setelah bibit ditanam, penyiangan berikutnya dilakukan tiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur setahun. Setelah itu penyiangan cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dlm satu tahun, dilakukan pada awal & akhir musim penghujan.
  • Penggemburan : Sambil melakukan penyiangan, dilakukan pula penggemburan & pembumbunan tanah ke pokok tanaman salak. Hal ini dilakukan untuk menghemat ongkos kerja juga untuk efisiensi perawatan. Tanah yg digemburkan dicangkul membentuk gundukan atau bumbunan yg berfungsi untuk menguatkan akar & batang tanaman salak pada tempatnya. Bumbunan jangan sampai merusak parit yg ada.
  • Pemangkasan : Daun-daun yg sudah tua & tidak bermanfaat harus dipangkas. Juga daun yg terlalu rimbun atau rusak diserang hama. Tunas-tunas yg terlalu banyak harus dijarangkan, terutama mendekati saat-saat tanaman berbuah . Dengan pemangkasan, rumpun tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga kebun yg lembab serta pengap akibat sirkulasi udara yg kurang lancar diperbaiki. Pemangkasan juga membantu penyebaran makanan agar tidak hanya ke daun atau bagian vegetatif saja, melainkan juga ke bunga, buah atau bagian generatif secara seimbang.
    Pemangkasan dilakukan setiap 2 bulan sekali, tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan kita lakukan lebih sering, yaitu sebulan sekali.Apabila dlm rumpun salak terdapat beberapa anakan, lakukanlah pengurangan anakan menjelang tanaman berbuah. Pemangkasan daun salak sebaiknya sampai pada pangkal pelepahnya. Jangan hanya memotong setengah atau sebagian daun, sebab bagian yg disisakan sebenarnya sudah tidak ada gunanya bagi tanaman. Pemangkasan pada saat lewat panen harus tetap dilakukan.
  • Pemupukan : pemberian pupuk yang berimbang antara pupuk kimia(urea,TSP dan KCl) serta pupuk organik nasa ( super nasa,poc nasa,hormonik dan power nutrition bagi yang sudah berbuah )dari awal tanam sangatlah membantu mempercepat pertumbuhan tanaman salak.
  • Pengairan & Penyiraman : Air hujan adalah siraman alami bagi tanaman, tetapi sulit untuk mengatur air hujan agar sesuai dengan yg dibutuhkan tanaman. Air hujan sebagian besar akan hilang lewat penguapan, perkolasi & aliran permukaan. Sebagian kecil saja yg tertahan di daerah perakaran, air yg tersisa ini sering tidak memenuhi kebutuhan tanaman. dlm budidaya salak, selama pertumbuhan, kebutuhan akan air harus tercukupi, untuk itu kita perlu memberi air dengan waktu, cara & jumlah yg sesuai.
  • Pemeliharaan Lain : Setelah ditanam di kebun kita buatkan penopang dari bambu atau kayu untuk menjaga agar tanaman tidak roboh

PANEN SALAK

Mutu buah salak yg baik diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat kemasakan yg baik. Buah salak yg belum masak, bila dipanen akan terasa sepet & tidak manis. Maka pemanenan dilakukan dengancara petik pilih. Jadi kita harus benar-benar tahu buah salak yg sudah tua tetapi belum masak.
  • Ciri & Umur Panen : Buah salak dapat dipanen setelah matang benar di pohon, biasanya berumur 6 bulan setelah bunga mekar (anthesis). Hal ditandai oleh sisik yg telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, & bulu-bulunya telah hilang. Ujung kulit buah (bagian buah yg meruncing) terasa lunak bila ditekan.
  • Cara Panen Cara memanen: karena buah salak masaknya tidak serempak, maka dilakukan petik pilih. yg perlu diperhatikan dlm pemetikan apakah buah salak tersebut akan disimpan lama atau segera dimakan. Pemanenan buah dilakukan dengan cara memotong tangkai tandannya.



Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111



Senin, 23 September 2019

JUAL PUPUK NASA UNTUK TANAMAN JAMBU AIR

Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Jambu Air


Jual Pupuk Nasa untuk Tanaman Jambu Air.Jambu air adalah tumbuhan  dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara.Jambu air terbagi menjadi bermacam-macam karena kebanyakan jenisnya maka jambu ini mempunyai nama yang berbeda-beda namun dalam penyebutan umumnya semua model jambu yang teksturnya empuk dan berair ya disebut jambu air.

Jambu ini berasal dari daerah Asia Tenggara,dalam penyebutan mana banyak perbedaan di setiap Negara penyebutan di setiap daerah juga berbeda hal ini disesuaikan dengan logat daerah masing-masing.

Contoh saja pada masyarakat Indonesia suku Sunda menyebutnya jambu cai,suku jawa menyebutnya jambu wer,Sulsel jambu sali/jane,Sulut jambu kupas,kombas dan kumpasa serta banyak lagi nama-nama di daerah lain.

Di Negara lain penyebutannya juga berbeda contoh seperti Negara Malaysia ayer mawar, Inggris menyebutnya bell fruit, water aplle, sedangkan di Thailand machom phupa atau chomphu pa, dan Negara Filipina menyebut sebagai tambis.

 Untuk menghasilkan buah jambu air yang lebat,manis,segar dan bewarna bagus ada dua macam faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Faktor eksternal yaitu iklim,cuaca,musim,kondisi geografis tempat menanam buah jambu air,curah hujan,angin dan lain-lain.Sedangkan faktor internalnya yaitu perlakuan terhadap tanaman seperti penyiraman,pemupukanmperontokan,penyiangan hama,penyemprotan dan lain-lain.

Kita tidak bisa mengubah faktor eksternal,tetapi kita bisa menyikapi sesuai dengan kondisi yang terjadi.Misalnya,kita tidak perlu melakukan penyiraman  setiap hari pada musim penghujan.Agar jambu dapat berbuah seperti yang diharapkan,maka tidak bisa lepas dari proses awal pertama kali menyiapkan bibit buah jambu air,menyiapkan media tanam sampai ke teknik penanaman buah jambu air.

Pemupukan Buah Jambu Air

Tanaman jambu air dilakukan pemupukan kurang lebih tiga bulan setelah masa tanam.Setelah itu tiga bulan kemudian baru dilakukan pemupukan lagi.Pemupukan kedua berupa pupuk kandang (kotoran kambing) sebantaj 15 kg,TS sebanyak 100-150 gr.Dosis ini diberikan lagi 3-4 bulan berikutnya.Dosis tersebut digunakan untuk satu pohon atau satu pot.

Cara Pemberian Pupuk Kandang :

Pupuk kandang yang telah disiapkan dibenamkan ke dalam media tanam di dalam pot secara merata.Pupuk TS dibenamkan dibagian pinggiran dalam pot.Setelah  itu penyiraman rutin dilakukan setiap pagi hari kalau belum turun hujan.

Meskipun media tanam terdiri dari pupuk kandang, pupuk organik juga masih tetap diperlukan untuk menanam bibit tanaman. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, kemudian siram hingga cukup basah.

Cara Penggunaan Pupuk Organik Nasa :

  • SUPERNASA 2 sendok + POWER NUTRITION 5 sendok dicampur dengan 20 liter air dan siramkan ke akar untuk 10 pohon ( perpohon 2 liter).Lakukan 2 bulan sekali
  • 6 tutup botol POC NASA + 2 tutup botol HORMONIK + ¹/₂ AERO-810 + 8 tutup  PESTONA campurkan dengan 14 liter air ( 1 tangki ) untuk menyemprot daun jambu seminggu sekali.Lakukan penyemprotan pagi hari sebelum jam 10 pagi.
  • Pupuklah tanaman dengan rutin 2 minggu sekali menggunakan pupuk NPK mutiara khusus pertumbuhan (25:7:7) selama 5 bulan. Setelah 5 bulan ganti dengan NPK mutiara khusus buah (16:16:16) dosis 1 sendok makan /pohon
  • Siram tanaman sehari 2 kali tiap pagi dan sore hari. jika sudah dalam masa berbunga/berbuah intensitas penyiraman dapat ditingkatkan menjadi 3 kali sehari
  • Pastikan tanaman mendapat sinar matahari cukup
  • Untuk usia awal tanam sampai usia 5 -6 bulan kocorkan Pop Supernasa yang sudah dicampur air ke tanah/media tanam tiap 1 bulan sekali ( dosis pemakaian ada di botol kemasan)
  • Pemupukan pada daun sangatlah penting, gunakan pupuk serbuk Greenstar yang sudah di campur air. semprotkan pada batang dan daun tanaman setiap seminggu sekali saat pagi hari
  • Jika sudah memasuki usia 5-6 bulan atau masuk persiapan masa berbunga/ berbuah, ganti pop supernasa dengan POWER NUTRITION yg sudah di encerkan dengan air. kocorkan ke tanah/media tanam tiap 1 bulan sekali
  • Untuk pengendali hama tanaman organik sangat kami sarankan menggunakan produk NASA yg bernama PESTONA ( pestisida organik) aman, ramah lingkungan, dan tidak mematikan hewan pengendali hama alami.

 Penyiraman dan Penggemburan tanah

Merawat tanaman buah jambu air terutama yang menggunakan media pot harus memerhatikan beberapa faktor. Yaitu :
  • Penyiraman saat musim kemarau dilakukan sekali sehari agar pohon jambu air tidak dehidrasi. Jika penyiraman menggunakan air PAM yang mengandung kaporit, sebaiknya diendapkan dulu semalam baru esoknya dapat digunakan untuk menyiram.
  • Usahakan air siraman jangan sampai menggenang lebih dari 12 jam. Karena genangan air bisa memicu penyakit busuk akar. Penyiraman dilakukan tergantung tergantung musim, pada musim panas minimal sehari sekali, begitu juga sebaliknya. Waktu penyiraman pagi bisa dilakukan sebelum pukul 09.00 dan sore sesudah pukul 16.00.
  • Usahakan media tanam bibit tanaman tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai Anda merusak akarnya.
  • Penggantian tanah. Media tanah cukup diganti setahun sekali. Atau lebih baik lagi jika dilakukan dua kali dalam setahun. Jika akar sudah jebol, lebih baik media segera diganti.

Jual Pupuk Organik Nasa untuk Jambu Air

PT.Natural Nusantara berusaha untuk membantu para petani dan masyarakat luas dengan memproduksi pupuk organik.Dengan membudidayakan tanaman jambu air secara organik,dapat dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik.Keuntungan dari teknik budidaya jambu air secara organik adalah buah yang dihasilkan sehat tanpa adanya residu bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia dan lingkungan sekitar.

Dengan demikian pencemaan lingkungan baik air,udara maupun tanah oleh paparan pestisida bisa dikurangi.Disamping itu,penggunaan bahan organik juga dapat mengembalikan kesuburan tanah,sehingga tanah bisa digunakan untuk proses budidaya pertanian berkelanjutan.Berikut produk organik yang digunakan PT.Natural Nusantara untuk tanaman jambu air :



Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111



CARA BUDIDAYA KACANG HIJAU DENGAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK NASA

BUDIDAYA KACANG HIJAU


A.PENDAHULUAN
Ketergantungan terhadap Kacang Hijau sangat memprihatinkan,karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri.Ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai PT.Natural Nusantara berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara Kuantitas,Kualitas dam Kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing diera pasar bebas.

B.SYARAT TUMBUH
Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase  (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik,curah hujan 100-400 mm/bulan,suhu udara 23⁰C-30⁰C,kelembaban 60%-70%,pH tanah 5,8-7 dan ketinggian kurang dari 600 mdpl.

C.PENGOLAHAN TANAH
  1. Tanah dibajak ,digaru dan diratakan
  2. Sisa-sisa gulma dibenamkan
  3. Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
  4. Tanah dikeringkan 3 minggu baru ditanami
  5. Sirampak pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1.000 m² (10 botol/ha).Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA,cara penggunaannya sebagai berikut :
  • Alternatif I : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 50 liter air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif II : Setiap 1 gembor vol 10 liter diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5-10 m bedengan.
D.PENANAMAN
  • Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc/liter selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium) untuk tanah yang belum pernah ditanami kacang hijau
  • Buat jarak taman antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
  • Buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang
  • Tutup benih dengan tanah gembur  dan tanpa di padatkan
  • Waktu tanam yang baik musim hujan
E.PENJARANGAN & PENYULAMAN
 Kacang hijau mulai tumbuh  kira-kira umur 5-6 hari,benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin.Penyulaman sebaiknya sore hari.

F.PENYIANGAN 
Penyiangan pertama umur 2-3 minggu,ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam).Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2

G.PEMBUBUNAN
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

H.PEMUPUKAN
Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut : POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu,dengan cara disemprotkan (4-8 tutup botol POC NASA/tangki).
Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharan  1-2 botol per 1.000 m² (10-20 botol/ha).Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki).Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan,karena dapat mengganggu penyerbukan,akan lebih aman jika disiramkan.

I.PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Kacang hijau menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek.Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih di tanam hingga pengisian polong .Saat menjelang panen,tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

J.PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
  • Aphis glycine
Kutu ini dapar menularkan virus  SMV (Soybean Mosaik Virus).Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong.Gejala : layu,pertumbuhannya terhambat.Pengendalian : (1) Jangan tanam tanaman inang seperti : terung-terungan,kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) Buang bagian tanaman terserang dan bakar,(3) Gunakan musuh alami (predator maupun parasit); (4) Semprot Natural BVR atau Natural PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah.
  • Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
Bertubuh kecil,hitam bergaris kuning.Bertelur pada permukaan daun.Gejala : Larva dan kumbang memakan daun,bunga,pucuk,polong muda,bahkan seluruh tanaman.Pengendalian : penyemprotan Natural PESTONA.
  • Ulat polong (Ettiela zinchenella)
Gejala : Pada buah terdapat lubang kecil.Waktu buah masih hijau,polong bagian luar berubah warna,didalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya.Pengendalian :tanam tepat waktu
  • Kepik polong (Riptortis lincearis)
Gejala : Polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa
  • Lalar kacang (Ophiomyia phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh.Pengendalian : Saat benih ditanam,tanah diberi POC NASA,kemudian setelah benih ditanam,tanah ditutup dengan jerami.Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan Natural PESTONA.Penyemprotan diulangi pada waktu kacang hijau berumur 1 bulan.
  • Kepik hijau (Nezara viridula)
Pagi hari berada di atas daun,saat matahari bersinar turun ke polong,memakan polong dan bertelur.Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.Gejala : polong dan biji mengenpis serta kering.Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.
  • Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala : kerusakan pada daun,ulat hidup bergerombol,memakan daun,dan berpencar mencari rumput lain.Pengendalian :(1) dengan senantiasa;(2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa Natural VITURA.
  •  Penyakit Layu Bacteri (Pseudomonas sp.)
Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.Pengendalian : Varietas tahan layu,sanitasi kebun dan pergiliran tanaman.Pengendalian : Pemberian Natural GLIO.
  • Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
Penyakit ini menyerang tanaman pada umur 2-3 minggu,saat udara lembab dan tanaman berjarak tanam pendek.Gejala :daun sedikit demi sedikit layu,menguning.Penularan melalui tanah dan irigasi.Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan  Natural GLIO di awal.
  • Antracnose (Colletotrichum glycine)
Gejala : daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam,daun yang paling rendah rontok,polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil.Pengendalian :(1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat;(2) Pencegahan diawal dengan Natural GLIO.
  • Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
Gejala : daun tampak bercak dan bintik coklat.Pengendalian :(1) cara menanam kacang hijau yang tahan penyakit;(2) semprotkan Natural GLIO + gula pasir.
  • Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
Gejala: batang menguning kecoklat-coklatan dan basah,kemudian membusuk dan mati.Pengendalian : (1) memperbaiki drainase lahan; (2) Tebarkan Natural GLIO di awal.

 K.PANEN DAN PASCA PANEN
  1. Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning,tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit,lalu gugur,buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak,atau polong sudah kelihatan tua,batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
  2. Perlu diperhatikan,kacang hijau sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari,sedangkan untuk benih umur 100-110 hari,agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata.
  3. Setelah pemungutan selesai,seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.
  4. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.


Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111

Panduan Budidaya Dengan Pupuk Organik Nasa

BUDIDAYA TEMBAKAU


A.PENDAHULUAN
Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani.Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT.Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara Kuantitas,Kualitas dan Kelestarian Lingkungan (Aspek K-3).

B.SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau,curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun,suhu udara yang cocok antara 21-32⁰ C.pH antara 5-6.Tanah gembur,remah,mudah mengikat air,memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase,ketinggian antara 200-3.000 mdpl.

C.PEMBIBITAN
  • Jumlah benih ± 8-10 gram/ha,tergantung jarak tanam
  • Biji utuh tidak terserang penyakit dan tidak keriput
  • Media semai campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%).Dosis pupuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag
  • Bedeng persemaian diberi anungan berupa daun-daunan,tinggi atap 1 m,sisi timur dan sisi barat 60 cm.
  •  Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringkan
  • Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas,merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab.Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih.Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan
  • Siram media semai sampai agak basah/lembab,masukkan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis
  • Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari
  • Bibit sudah dapat di pindahkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari selama semai


D.PENGOLAHAN MEDIA TANAM
  1. Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan ± 1 minggu
  2. Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm.Jarak antar bedengan 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat
  3. Lakukan pengapuran jika tanah masam
  4. Siram SUPERNASA dengan dosis 10-15 botol/ha
  •  Altenatif 1 : Satu  botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air  dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 50 liter diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan
  • Alternatif 2 : Setiap 1 gembor volume 10 liter diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram ± 10 meter bedengan
Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur  pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata kebedengan.

E.PEMBUATAN LUBANG TANAM
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat,sekitar 90 x 70 cm.Tembakau madura ditaman dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud.Jenis tembakau rakyat / rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

F.CARA PENANAMAN
Basahi dan sobek polybag lalu benamkan bibit sedalam leher akar,waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

G.PENYULAMAN
 Penyulaman dilakukan 1-3 minggu setelah tanam,bibit kurang baik dicabut dan di ganti dengan bibit baru yang berumur sama.

H.PENYIANGAN
Penyuangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

I.PEMUPUKAN 
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas
 
Waktu Pemupukan Dosis Pupuk Makro (kg/ha)
Urea/ZA SP – 36 KCl
Saat Tanam 300
Umur 7 HST 300 150
Umur 28 HST 300 150
TOTAL 600 300 300

Ket = HST (Hari Setelah Tanam)
Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup/tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1-2 minggu sekali.


J.PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 liter air/tanaman,umur 7-25 HST = 3-4 liter/tanaman,umur 25 - 30 HST = 4 liter/tanaman.Pada umur 45 HST = 5 liter/tanaman setiap e hari.Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan,kecuali bila cuaca sangat kering.

K.PEMANGKASAN
Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali.Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun dibawah bunga.

L.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 

1. Hama
a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURA
b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon ) Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.
c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. ) Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.
d. Nematoda ( Meloydogyne sp. ) Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA.
e. Kutu – kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.
f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).
2. Penyakit
a. Hangus batang ( damping off ) Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.
b. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.
c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
d. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
e. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
f. Penyakit Virus Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup)pertangki.

 M.PANEN DAN PASCA PANEN 


Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika  daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwana hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemunutan daun yang baik pada tingkat masak / hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan.Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak / masak sekali,apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak.Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan terpat masak.

Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas.Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah.Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari,dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman.Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu :
  1. Trash (apkiran): warna daun hitam
  2. Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
  3. Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
  4. More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.
Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK. Dan pupuk organik Supernasa Granule Modern juga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.



Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111

Kamis, 29 Agustus 2019

PAKET PUPUK ORGANIK NASA UNTUK BUDIDAYA CENGKEH

BUDIDAYA CENGKEH ORGANIK



ISI PAKET :
  • 1 botol POWER NUTRITION 250 gram
  • 1 botol SUPERNASA 250 gram
Leaflet Budidaya Cengkeh Organik





PENDAHULUAN

Cengkeh merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya.Baik sebagai rempah-rempeh bahan campuran roko kretek atau bahan pembuatan minyak atsiri,namun bila faktor penanaman dan pemeliharaan lainya tidak diperhatikan maka produksi dan kualitasnya akan menjadi rendah.

PT.Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi secara K-3 yaitu Kuantitas,Kualitas dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

SYARAT PERTUMBUHAN
  • Tanaman tumbuh optimal pada 300 - 600 mdpl dengan suhu 22 ⁰C-30 ⁰C,curah hujan yang dikehendaki 1500-4500 mm/tahun.
  • Tanah gembur dengan dalam solum minimum 2 m,tidak berpadas dengan pH optimal 5,5 - 6,5.Tanah jenis latosol,andosol dan podsolik merah baik untuk dijadikan perkebunan cengkeh.
PEMBIBITAN
  • Buat bedengan dengan naungan lebar 1-1,2 m dan panjang sesuai kebutuhan dengan arah membujur ke utara selatan.Kanan kiri bedengan dibuat parit sedalam 20 cm dan lebar 50 cm.Diatas bedengan dibuat naungan setinggi 1,8 m dibagian timur dan 1,2 m dibagian selatan,intensitas cahaya 75%.
  • Benih di benamkan dimedia polybag ukuran 15 cm x 20 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 1 tahun) atau ukuran 20 cm x 25 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 2 tahun) yang bagian bawahnya telah dilubangi 2,5 mm dengan jarak 2 x 2 cm.Media yang digunakan adalah pasir halus ,tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1,dan berikan Natural GLIO per 20-25 kg pupuk kandang yang telah jadi dan diperam selama ± 2 minggu.Dan sebelum bibit ditanam siram dengan POC NASA 5 ml/lt air atau 0,5 tutup per liter air.Kemudian susun polybag pada persemaian yang telah disiapkan.
  • Penyiraman dilakukan 2 kali dalam sehari.Penyiangan dilakukan 2-3 kali dalam sebulan disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.Intensitas naungan perlahan-lahan dikurangi secara bertahap hingga tinggal 40% saat bibit dipindah ke lapang.
  • Pemupukan dengan NPK dilakuakan dengan dosis 10 gr/pohon/tahun atau dengan urea,SP-36 dan KCI dengan dosis masing-masing 3,5 gr/bibit/tahun.Pupuk tersebut diberikan tiap 3 bulan sekali sedangkan untuk yang didalam polybag diberikan sebanyak 1,5 bulan sekali.
Catatan : Akan lebih baik pembibitan diselingi /ditambah SUPERNASA interval 4 bulan sekali dengan dosis 1 botol untuk ± 400 bibit.1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter  (4000 ml) air dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 1 liter diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap bibit.

PENGAJIRAN
Pengajiran dilakukan pada blok tanaman untuk memudahkan penanaman dengan jarak tanam 8 x 8 m dengan pola bujur sangkar atau empat persegi panjang.

PENANAMAN
Cangkul tanah yang telah diberi ajir dengan ukuran lubang tanam 75 x 75 x 75 cm.lakukan penanaman pada awal musim hujan.Berilah pupuk kandang 25-50 kg yang telah dicampur dengan 1 pack Natural GLIO dan 1,5 - 2 kg dolomit,campur hingga rata.Masukkan 5-10 kg campuran tersebut per lubang tanam.Masukkan bibit dan gumpalan tanahnya kedalam lubang hingga batas leher akar.Beri peneduh buatan hingga 30 cm dengan intensitas 50%,Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis 2 tutup/tangki.Hasil akan lebih bagus dengan menggunakan SUPERNASA dengan cara  : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air  dijadikan larutab induk kemudian diberikan  untuk setiap pohonnya.

PEMELIHARAAN TANAMAN
Pengaturan peneduh dilakukan antara 4-6 bulan sekali.

PEMUPUKAN

Catatan : 
  • Bila diberikan 2 periode pemberian pupuk pertama dilakukan awal musim hujan (September-Oktober) dan kedua pada akhir musim hujan (Maret-April).
  • Siramkan SUPERNASA atau POWER NUTRITION dosis 1 sendok makan per 10 liter air per pohon setiap 3-6 bulan sekali.
  • Semprotkan POC NASA dosis 3-4 tutup ditambah HORMONIK dosis 1-2 tutup per tangki setiap 1-2 bulan sekali hingga umur 5 tahun.
PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT
  • Kutu daun (Coccus viridus)
Bagian yang diserang : ranting muda,daun muda.Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan berhenti misal ranting mengering,daun dan bunga kering dan rontok.Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.
  • Penggerek ranting/batang (Xyleborus sp)
Bagian yang diserang :ranting/batang.Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil,serangan hebat menyebabkan ranting/batang menjadi rapuh dan mudah patah.Pengendalian : Pangkas ranting/batang yang terserang ,pencegahan gunakan PESTONA atau Natural BVR.
  • Kepik Helopeltis (Helopeltis sp)
Bagian yang diserang : pucuk atau daun muda.Gejala :Biasanya pucuk akan mati dan daun muda berguguran.Pencegahan : Semprotkan Natural BVR atau PESTONA.
  • Penyakit mati bujang (bakteri Xylemlimited bacterium)
Bagian yang terserang : perakaran,ranting-ranting nuda.Gejala : matinya ranting pada ujung-ujung tanaman.Gugurnya daun diikuti  dengan matinya ranting secara bersamaan.Pengendalian : pengaturan drainase yang baik,penggemburan tanah,pencegahan kocorkan POC NASA + HORMONIK + Natural GLIO.
  • Penyakit busuk akar (Pytium rhizoctonia dan Phytopthora)
Bagian yang diserang :perkaran.Gejala : Pada pembibitan tanaman mati secara tiba-tiba,pada tanaman dewasa daun mengering mulai dari ranting bagian bawah.Pengendalian : bila serangan telah ganas maka tanaman yang terserang dibongkar dan dimusnahkan,lubang bekas tanaman berikan tepung belerang 200 gr secara merata,isolasi tanaman atau daerah yang terserang dengan membuat saluran isolasi,perbaiki drainase,gunakan Natural GLIO pada awal penanaman untuk pencegahan. 

Catatan : jika pengendalian hama dn penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi,sebagai alternatif terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan.Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.

PANEN CENGKEH

Cengkeh dapat dipanen mulai umur tanaman 4,5-6,5 tahun,untuk memperoleh mutu yang baik bunga cengkeh dipetik saat matang petik,yaitu saat kepala bunga kelihatan sudah tetapi belum membuka.Matang petik setiap tanaman umumnya tidak serempak dan pemetikan dapat diulangi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan.Bunga cengkeh dipetik per tandan tepat diatas buku daun terakhir.bunga yang telah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang/karung kecil dan dibawa ke tempat pengolahan.

PENANGANAN PASCA PANEN 


  • Sortasi buah.Lakukan pemisahan bunga dari tangkainya dan tempatkan pada tempat yang berbeda.
  • Pemeraman.Pemeraman dilakukan selama 1 hari ini dilakukan untuk memperbaiki warna cengkeh menjadi coklat mengkilat.
  • Pengeringan.Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering yang menggunakan kayu bakar atau bahan bakar minyak.Dapat juga dikeringkan dengan cara alami yaitu pengeringan dengan matahari pada lantai beton agar kadar air menjadi 12-14% ,dan dapat disimpan dan aman dari jamur.
  • Sortasi.Pada tahap ini cengkeh dipisahkan dari kotoran dengan cara ditampi.Kemudian cengkeh yang sudah bersih dimasukkan pada karung dan dijahit.
CARA PEMUPUKAN UNTUK CENGKEH YANG SUDAH BERPRODUKSI 

CARA 1 :

Cairkan 1 botol SUPERNASA 250 gr + 1 botol POWER NUTRITION 250 gr + NPK 25 kg dengan air 100 liter kemudian siramkan ke sekitar batang melingkar lurus dibawah ujung daun terluar dengan dosis :
  • Umur 1-3 tahun 1-2 liter/pohon
  • Umur 4-6 tahun 3 liter/pohon
  • Umur 7-10 tahun 4 liter/pohon
  • Umur >10 tahun 5-7 liter/tahun
CARA 2 :

Campurkan 1 botol SUPERNASA 250 gr + 1 botol POWER NUTRITION 250 gr + NPK 25 kg kemudian taburkan kesekitar batang melingkar lurus dibawah ujung daun terluar dengan dosis :
  • Umur 1-3 tahun 0,25-0,50 kg/pohon
  • Umur 4-6 tahun 0,75 kg/pohon
  • Umur 7-10 tahun 1kg/pohon
  • Umur >10 tahun 1,25-2 kg/pohon
Catatan :
  • frekuensi pemupukan 2-4 kali pertahun
  • Waktu ideal pemupukan pada akhir musim hujan (Maret-April) dan Awal musim hujan (September-Oktober)
Demikian uraian penjelasan mengenai budidaya cengkeh teknologi NASA.Dapatkan produk Paket Budidaya Cengkeh Organik Nasa hanya di distributor resmi PT.Natural Nuasantara. 


Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

081329523111

PANDUAN TEKNIS BUDIDAYA KEDELAI DENGAN PUPUK ORGANIK NASA

BUDIDAYA KEDELAI


A.PENDAHULUAN
Ketergantungan terhadapa kedelai import sangat memprihatinkan karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai PT.Natural Nusantara berusaha membantu dalam peningkatan produksi secara kuantitas,kualitas dan kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaing di era pasar bebas.


B.SYARAT TUMBUH
Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik,curah hujan 100-400 mm/bulan,suhu udara 23⁰C-30⁰C,kelembaban 60%-70%,pH tanah 5,8-7 dan ketinggian kurang dari 600 mdpl.

C.PENGOLAHAN TANAH
  1. Tanah dibajak,digaru dan diratakan
  2. Sisa-sisa gulma dibenamkan
  3. Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
  4. Tanah dikeringkan tiga minggu baru ditanami
  5. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m² (10 botol/ha).Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA,cara penggunaannya sebagai berikut :
  • Alternatif 1 :Satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk.Kemudian setiap 50 liter air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 :Setiap 10 gembor vol 10 liter diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
D.PENANAMAN
  • Rendam benih dalam POC NASA dosis 2 cc/liter selama 0,5 jam dan dicampur Legin (Rhizobium)untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai.
  • Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm,25 x 25 cm atau 20 x 20 cm
  • Buat lubang tunggal sedalam 5 cm dan masukkan biji 2-3 per lubang
  • Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan
  • Waktu tanam yang baik akhir musim hujan
E.PENJARANGAN & PENYULAMAN
Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari,benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin.Penyulaman sebaiknya sore hari.

F.PENYIANGAN
Penyiangan pertama umur 2-3 minggu,ke-2 pada saat tanaman seleai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam).penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pupuk ke-2.

G.PEMBUBUNAN
Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

H.PEMUPUKAN
Contoh jenis dan dosis pupuk sebagai berikut :

POC NASA diberikan 2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu,dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA / tangki).
Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m² (10-20 botol/ha).Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki).Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan,karena dapat mengganggu penyerbukan,akan lebih aman jika disiramkan.

I.PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek.kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong.Saat menjelang panen,tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

J.PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
  • Aphis glycine
Kutu ini dapat menularkan virus SMV (Soybean Mosaik Virus).Menyrang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan  bunga dan polong.Gejala : layu,pertumbuhannya terhambat.Pengendalian : (1) Jangan tanam tanaman inang seperti : terung-terungan,kapas-kapasan atau kacang-kacangan; (2) buang bagian tanaman terserang dan bakar; (3) gunakan musuh alami (predator maupun parasit);(4) semprot Natural BVR atau PESTONA dilakukan pada permukaan daun bagian bawah
  • Kumbang daun tembukur (Phaedonia inclusa)
Bertubuh kecil,hitam bergaris kuning.Bertelut pada permukaan daun,Gejala :larva dan kumbang memakan daun,bunga,pucuk,polong muda,bahkan seluruh tanaman.Pengendalian :penyemprotan PESTONA.
  • Ulat polong (Ettiela zinchenella)
Gejala : pada buah terdapat lubang kecil.Waktu buah masih hijau,polong bagian luar berubah warna,didalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya.
  • Kepik polong (Riptortis lincearis)
Gejala : polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa
  • Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli)
Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh.Pengendalian : saat benih ditanam,tanah diberi POC NASA ,kemudian setelah benih ditanam,tanah di tutup dengan jerami.Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan PESTONA .penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 tahun
  • Kepik hijau (Nezara viridula)
Pagi hari berada di atas daun,saat matahari bersinar turun ke polong,memakan polong dan bertelur.Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.Gejala :polong dan biji mengempis serta kering.Biji bagian dalam  atau kulit polong berbintik coklat.
  • Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi ,ulat hidup bergerombol,memakan daun dan berpencar mencari rumpun lain.Pengendalian :(1) dengan cara sanitasi;(2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) berikan Natural VITURA
  • Penyakit layu bakteri (Pseudomonas sp. )
 Gejala : layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.Pengendalian : Varietas tahan layu,sanitasi kebun dan pergiliran tanaman.Pengendalian :Pemberian Natural GLIO
  • Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii)
Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu,saat udara lembab,dan tanaman berjarak tanam pendek.Gejala : daun sedikit demi sedikit layu,menguning.Penularan melalui tanah dan irigasi.Pengendalian : tanam varietas tahan dan tebarkan Natural GLIO di awal.
  • Anthracnose (Colletotrichum glycine)
Gejala : daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam,daun yang paling rendah rontok,polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil.Pengendalian :(1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat;(2) Pencegahan di awal dengan Natural GLIO
  • Penyakit karat (Cendawan Phakospora phachyrizi)
Gejala : daun tampak bercak dan bintik coklat.Pengendalian :(1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit;(2) Semprot Natural GLIO + gula pasir.
  • Busuk batang (Cendawan Phytium Sp)
Gejala : batang menguning kecoklat-coklatan dan basah,kemudian membusuk dan mati.Pengendalian : (1) memperbaiki drainase lahan; (2)Tebarkan Natural GLIO di awal

K.PANEN DAN PASCA PANEN

  • Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning,tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit,lalu gugur,buah mulai berubah warna dari hujau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak,atau polong sudah kelihatan tua,batang warna kuning agak coklat dan gundul.
  • Perlu diperhatikan,kedelai sebagi bahan konsumsi dipetik pasa usia 75-100 hari,sedangkan untuk benih umur 100-110 hari,agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata. 
  • Setelah pemungutan selesai,seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur...
  • Biji yang sudah kering lalu dimasukkan kedalam karung dan dipasarkan.


Butuh Bantuan?Jangan Sungkan 

Jika Anda Butuh Bantuan,Ataupun Hal-Hal Yang Ingin Ditanyakan,Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami,Dengan Senang Hati akan Kami Bantu

TELP/SMS/WA

0813 2952 3111